Tampilkan postingan dengan label CERMIN (cerita mini)...... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERMIN (cerita mini)...... Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2011

KAKEK dan NENEK


Nenek bertanya pada kakek,
"kek, apakah kakek mencintai nenek ",
"tidak" jawab kakek
"terus kenapa dulu kakek menikahi nenek" tanya nenek
"karena nenek mencintai kakek" jawab kakek,
membuat nenek meneteskan air mata.

*Banyak sekali alasan untuk membahagiakan orang yang kita sayangi.
*Cinta adalah salah satu syarat untuk bahagia, tetapi bukan satu-satunya syarat.

original,....
bogor,17/04/2011

Sabtu, 16 April 2011

KAKEK dan SEPASANG KEKASIH


Suatu malam,seorang pemuda bermimpi bertemu dengan seorang kakek.
"nak, aku membawa sebuah luka,aku ingin memberikannya pada kalian berdua (pemuda dan kekasihnya), siapa di antara kalian yang mau menerimanya".
"aku saja " jawab pemuda
"kenapa" tanya kakek
"aku tak ingin kekasihku terluka, biarlah aku yang menanggung lukanya"
"baiklah" jawab kakek
keesokan hari, ketika sang pemuda mau berangkat kerja,datanglah kekasihnya ke rumah,
"bang aku ingin pergi,karena itu lebih baik hubungan kita berakhir sampai di sini" ungkap sang kekasih.
sang pemuda terkulai lemas,sambil menangis ia merenung, inikah luka yang di tawarkan sang kakek tadi, alangkah pedihnya sungguh sangat sakit mengiris hati. tapi inilah bukti bahwa cintaku lebih besar dari dia.

malam kedua sang kakek datang lagi dalam mimpi pemuda.
"kenapa engkau menangis nak" tanya kakek
"luka ini sangat sakit, aku tak kuasa menahannya, kenapa ia begitu tega" keluh pemuda
"menurutmu siapa di antara kalian yang cintanya paling besar"
"cintakulah yang paling besar" jawab pemuda
"besok,datanglah kerumah kekasihmu,tanyakan kenapa ia meninggalkanmu", ujar sang kakek
keesokan hari setelah pulang kerja, sang pemuda datang ke rumah kekasihnya.
Di depan pintu ia bertemu dengan ibu kekasihnya, "bu dia ada ? " tanya pemuda,
"dia sudah pergi" jawab sang ibu
"pergi kemana bu" tanya pemuda
"kemarin sakitnya kambuh dia meninggal, pergi meninggalkan kita untuk selamanya" jawab ibu sambil terisak menangis.
sang pemuda tak bisa berkata apa-apa, tatapanya kosong dengan tubuh lunglai dia pulang.

malam ketiga, sang kakek datang dalam mimpi pemuda.
"nak, ada apalagi dengan dirimu" tanya kakek
"dia sudah meninggal, kek" jawab pemuda sambil menangis.
"nak, sebelum kekasihmu meninggal kakekpun menemuinya, kakek menawarkan luka yang sama pada dirinya, kamu tahu apa jawabannya, ' kek, kalau saya yang menerima luka ini sungguh hati ini rapuh tidak sanggup, tapi kalau dia yang terluka, saya tidak sanggup melihatnya, adakah pilihan lain,' lalu kakek menawarkan antara luka dan maut, manakah yang engkau pilih', 'demi kebahagian dia, aku rela memilih maut'.

"nak, sekarang cinta siapakah yang lebih besar, engkau memilih luka sedangkan ia memilih maut, dengan satu luka saja engkau begitu angkuh menyalahkannya, padahal engkau tidak tahu apa yang ia perbuat untukmu".
"kek, bolehkah aku meminta satu permintaan saja" tanya pemuda
" apa" jawab kakek
"tolong, jangan bangunkan aku untuk selamanya".
(tamat)

ketika orang yang kita sayangi melakukan kesalahan, maka janganlah kita cepat menyimpulkan hal negatif, karena kita tidak tahu, pengorbanan apa yang telah dia lakukan saat ini.
*ketika kita bisa berbaik sangka kepada orang lain, kenapa kita tidak bisa berbaik sangka kepada orang yang kita sayangi.

original,..
masjid kebon pedes, bogor 14/04/2011

Kamis, 10 Maret 2011

TIGA NELAYAN


 Dengan sebuah perahu dayung, tiga orang nelayan sama-sama mencari ikan. mereka yaitu seorang kakek bernama AGAMA, seorang bapak bernama PEMBANGUNAN, dan seorang anak remaja bernama DEMOKRASI.
Mereka dulunya adalah keluarga petani, tapi karena alam berkata lain, akhirnya mereka beralih profesi jadi nelayan.

  Bapak PEMBANGUNAN bertanya pada kakek AGAMA, " kakek kemana arah kita mencari ikan hari ini "
" ke arah timur aja " jawab kakek AGAMA. " tidak kek, ke barat aja " teriak anak DEMOKRASI dengan manja.
Akhirnya bapak dan kakek mengalah.
  " Bapak PEMBANGUNAN yang mendayung, anak DEMOKRASI yang menambal perahu kalau bocor, kakek yang akan menunjukan arah " kata kakek AGAMA ketika membagi tugas.
  " Tidak kek, saya yang akan menunjukan arah, kakek yang menambal perahu kalau bocor" teriak anak DEMOKRASI.
  " Tapi nak, kamu belum bisa membaca arah angin, bintang, langit dan laut " ucap kakek
  " Tidak apa kek, saya akan belajar tapi jangan gurui saya, karena saya tidak suka di gurui ". teriak anak DEMOKRASI.

  Perahupun berjalan, bapak PEMBANGUNAN yang mendayung, kakek AGAMA yang menambal perahu, dan anak DEMOKRASI yang menentukan arah.
  " Nak, lebih baik sekarang kita memutar ke timur, melihat angin, langit dan laut, di depan akan terjadi badai" ucap kakek AGAMA.
  " Kakek jangan gurui saya, arah tetap ke barat" teriak anak DEMOKRASI.

  Ombak semakin tinggi, angin bertiup semakin kencang, akhirnya badai benar-benar terjadi, bapak PEMBANGUNAN tidak bisa lagi menjaga keseimbangan perahu, kakek AGAMA pun kewalahan menambal perahu karena kebocoran terjadi dimana-mana, anak DEMOKRASI hanya bisa menangis.
Akhirnya perahupun hancur di terjang gelombang yang besar.

Langit pun bertanya pada laut
" kenapa perahu itu bisa terkena badai, apa mereka tidak melihat tanda-tanda yang aku berikan"
" mereka melihat tanda itu, tapi karena mereka dipimpin anak yang manja, serta di ikuti bapak yang masa bodo, dan kakek yang lemah, itulah penyebab perahu itu hancur" jawab laut pada langit .


original
masjid muamar qadafi, sentul, maret 2011

udinbanten@gmail.com