Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI...... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI...... Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

KEYAKINAN vs PERSEPSI


Saya teringat dengan sebuah ungkapan yang disampaikan oleh guru kami pada pengajian kemarin, 'Persepsi itu berasal atau terpengaruh oleh fakta, untuk merubah persepsi yang sudah ada, maka di perlukan sebuah keyakinan yang mampu membuat fakta baru'.

Misalnya Perang Badar, awalnya orang berpikiran bahwa pasukan dengan personil 300 orang, pasti kalah dengan pasukan yang berjumlah 1000 orang, karena fakta umumnya seperti itu. Tetapi fakta umum ini terbantahkan ketika dimana Muhammad Rasululloh mempunyai keyakinan bisa menang dalam perang badar walaupun dengan pasukan yang lebih kecil dengan pertolongan Alloh swt. Akhirnya keyakinan Rasululloh ini menjadi fakta baru dengan kemenangan kaum muslimin yang berjumlah 300 orang melawan kaum musyrikin yang berjumlah 1000 orang. Kemenangan perang badar ikut merubah persepsi umum bahwa hal yang kecil pun ternyata bisa mengalahkan sesuatu yang lebih besar asalkan hal yang kecil itu mempunyai keyakinan yang kuat.

Kebetulan guru kami saat ini ingin mencalonkan diri menjadi presiden, sedangkan fakta saat ini kalau ingin menjadi presiden maka harus di usung oleh partai, sedangkan guru kami dari jalur independen, dan persepsi umum kalau ingin menjadi presiden maka harus punya modal besar dan populer, sedangkan guru kami hanya orang biasa dan tidak mempunyai dua hal tadi. Tetapi beliau mempunyai keyakinan, dan keyakinan ini (dengan bantuan Allah) ingin beliau buktikan menjadi fakta yang baru, sehingga merubah persepsi yang sudah ada saat ini.

Ada sebuah kisah menarik tentang keyakinan yang mampu membuat fakta baru sehingga merubah persepsi yang ada:

Ada empat anak yang baru saja mengalami duka setelah kematian kedua orang tuanya. Sebuah surat wasiat pun mereka terima dari orang yang mereka cintai itu. Setelah urusan jenazah kedua orang tuanya selesai, empat anak itu pun membuka surat berharga itu.

Ternyata, surat itu menyebutkan bahwa keempat anak itu diberikan pilihan untuk memiliki empat bidang tanah yang berlainan tempat. Ada bidang tanah yang begitu hijau dengan begitu banyak pepohonan kayu yang bisa dijual. Ada bidang tanah yang berada di tepian sungai jernih, sangat cocok untuk ternak berbagai jenis ikan. Ada juga bidang tanah yang sudah menghampar sawah padi dan ladang. Ada satu bidang tanah lagi yang sangat tidak menarik: tanah tandus dengan tumpukan pasir-pasir kering di atasnya.

Menariknya, surat itu diakhiri dengan sebuah kalimat: beruntunglah yang memilih tanah tandus.
Anak pertama memilih tanah pepohonan hijau. Anak kedua pun langsung memilih tanah dengan aliran sungai jernih. Begitu pun dengan yang ketiga, ia merasa berhak untuk memilih tanah yang ketiga dengan hamparan sawah dan ladangnya. Dan tinggallah anak yang keempat dengan tanah tandusnya.

“Apa engkau kecewa, adikku, dengan tanah tandus yang menjadi hakmu?” ucap para kakak kepada si bungsu.

Di luar dugaan, si bungsu hanya senyum. Ia pun berujar, “Aku yakin, pesan ayah dan ibu tentang tanah tandus itu benar adanya. Yah, justru, aku sangat senang!”

Mulailah masing-masing anak menekuni warisan peninggalan kedua orang tuanya dengan begitu bersemangat. Termasuk si bungsu yang masih bingung mengolah tanah tandus pilihannya.

Hari berganti hari, waktu terus berputar, dan hinggalah hitungan tahun. Tiga anak penerima warisan begitu bahagia dengan tanah subur yang mereka dapatkan. Tinggallah si bungsu yang masih sibuk mencari-cari, menggali dan terus menggali, kelebihan dari tanah tandus yang ia dapatkan. Tapi, ia belum juga berhasil.

Hampir saja ia putus asa. Ia masih bingung dengan manfaat tanah tandus yang begitu luas itu. Sementara, kakak-kakak mereka sudah bernikmat-nikmat dengan tanah-tanah tersebut. “Aku yakin, ayah dan ibu menulis pesan yang benar. Tapi di mana keberuntungannya?” bisik hati si bungsu dalam kerja kerasnya.

Suatu kali, ketika ia terlelah dalam penggalian panjang tanah tandus itu, hujan pun mengguyur. Karena tak ada pohon untuk berteduh, si bungsu hanya berlindung di balik gundukan tanah galian yang banyak mengandung bebatuan kecil. Tiba-tiba, matanya dikejutkan dengan kilauan batu-batu kecil di gundukan tanah yang tergerus guyuran air hujan.

“Ah, emas! Ya, ini emas!” teriak si bungsu setelah meneliti bebatuan kecil yang sebelumnya tertutup tanah keras itu. Dan entah berapa banyak emas lagi yang bersembunyi di balik tanah tandus yang terkesan tidak menarik itu.

Senin, 22 April 2013

PELAYAN PRESIDEN


Ketika guru kami memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai presiden, maka tugas saya hanya satu yaitu bagaimana ikut berpartisipasi supaya rencana ini sukses. Tetapi kegelisahan saya sebagai seorang konseptor tidak hanya puas dengan satu hal, akhirnya saya membuat tiga rencana.

Kalau kekuasaan itu ibarat macan, maka tugas saya ada tiga:
Pertama membuat rencana agar guru kami bisa menaiki macan tersebut (menjadi presiden).
Kedua membuat rencana agar macan yang dinaiki guru kami (setelah jadi presiden) berlari dengan kencang, tetapi rencana kedua ini bersifat optional apabila diminta.
Ketiga ini yang paling penting, membuat rencana apabila suatu saat guru kami jatuh dari punggung macan (lengser dari kekuasaan), maka saya membuat rencana untuk penyelamatan agar guru kami tidak dimakan oleh macan, karena umumnya banyak penguasa itu tidak mau turun dari jabatannya karena takut ketika turun dia sendiri akan dimakan oleh macan kekuasaan setelahnya.

Ada sebuah kisah seorang raja mempunyai seorang pelayan yang lebih diperhatikannya dari pada pelayan yang lain, sehingga membuat iri pelayan yang lain. Akhirnya seorang pelayan menanyakan kepada raja, kenapa beliau sangat memperhatikan pelayan tersebut.

Sang raja pun bercerita, "Pada suatu hari kami pergi berburu termasuk membawa si pelayan, lalu di sebuah padang rumput kami berhenti untuk beristirahat, tiba-tiba si pelayan pergi memacu kudanya dengan sangat kencang. Beberapa waktu kemudian si pelayan datang sambil membawa salju, lalu aku pun bertanya 'dari mana kamu, kenapa membawa salju?'
Pemuda itu menjawab 'Sewaktu diperjalanan saya melihat paduka sering melihat gunung salju yang ada disebelah sana, dan biasanya ketika seorang raja melihat sesuatu dengan serius berarti raja tersebut menginginkan hal itu, oleh karena itulah saya mengambilkan salju yang paduka lihat dari kejauhan tersebut".

"Itulah alasan kenapa saya sangat memperhatikan pelayan tersebut, karena dia dengan susah payah mewujudkan apa yang saya pikiran, bahkan sebelum saya mengatakannya" jawab sang raja.


Rabu, 17 April 2013

HARGA IMAN


Hari ini guru saya memberikan materi ta'lim subuh dengan tema harga sebuah iman, berapakah sebenarnya harga iman, kenapa kita sebagai muslim harus benar-benar menjaga iman kita. Didalam Qs Ali imron ayat 91 Alloh berfirman: "Sesungguhnya orang yang kafir lalu mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidak akan diterima dari seseorang diantara mereka EMAS SEPENUH BUMI, walaupun ia menebus diri dengan emas (sebanyak) itu."

Jadi dalam ayat diberi perumpamaan bahwa harga iman itu lebih mahal dari pada emas sepenuh bumi, lalu berapakah harga emas sepenuh bumi itu, saya memakai rumus: Berat Bumi x Harga Emas.
Berat Bumi: 6.000.000.000.000.000.000.000.000 Kg (dibulatkan). x Harga Emas per kilo (kisaran): 500.000.000 = 3.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.
Jadi harga iman itu lebih dari 3 Milyar Triliun Triliun.

Ada sebuah kisah dari negeri seberang, ada seorang imam naik sebuah bis, ketika dia menerima kembalian ongkos, ternyata kembaliannya lebih 500 rupiah (dalam edisi aslinya 20 sen), sepanjang perjalanan imam tersebut memikirkan tentang uang 500 rupiah tersebut.

"Perlukah aku memulangkan 500 rupiah ini?" imam tersebut berrtanya kepada dirinya.
"Ah...perusahaan bis inikan kaya... cuma 500 rupaih.. buat beli minum pun ga cukup" hati kecilnya berkata-kata.

Ketika tiba dihadapan masjid, imam tersebut memberhentikan bis, ketika imam tersebut ingin turun dari bis, tiba-tiba secara otomatis dia berhenti dan berpaling ke arah kondektur sambil mengembalikan uang 500 rupiah tersebut.

"Tadi kamu memberi saya uang kembalian lebih 500 rupiah", kata imam tersebut kepada kondektur.
"Owh...terima kasih! kenapa bapak  mengembalikan 500 rupiah ini..kan sedikit sekali nilainya," kata kondektur.
Imam tersebut menjawab, "Uang tersebut bukan milik saya, sebagai seorang muslim saya perlu berlaku jujur".
Kondektur bis tersebut tersenyum dan berkata, "Sebenarnya saya sengaja memberi uang kembalian lebih 500 rupiah, saya ingin menguji bapak, saya sudah berkali-kali berfikir untuk memeluk islam".

Imam tersebut turun dari bis dengan seluruh tubuhnya menggigil, Imam tersebut berdoa sambil mengangkat tangan, "Astaghfirulloh!!! ampunkan hamba ya Alloh... hamba hampir-hampir menjual iman dengan harga 500 rupiah".

*Setelah membaca tulisan ini apakah kita masih berfikir untuk menjual iman kita dengan KORUPSI, hanya gara-gara uang receh milyaran rupiah kita kehilangan harta lebih dari 3 Milyar Triliun Triliun.

*Setelah membaca tulisan ini apakah kita masih ingin menjual iman kita gara-gara pekerjaan, yang nilainya mungkin tidak seberapa, dengan meninggalkan sholat karena pekerjaan, atau meninggalkan kewajiban yang lainnya karena pekerjaan.





Rabu, 03 April 2013

MAHA MENGABULKAN


Salah satu asma Alloh swt adalah Al-Mujiib yang artinya maha memperkenankan doa, dialah yang maha memenuhi permintaan hambanya, yang maha mengabulkan doa, termasuk dia pulalah yang maha mengabulkan doa saya di bulan maret 2013.

Sebulan yang lalu saya mempunyai permintaan kepada Alloh swt, di dalam tulisan sebelumnya MENINGKATKAN PENGHASILAN saya meminta kepada Alloh swt penghasilan bulan maret yaitu Rp. 2.000.000, dan alhamdulilah pada bulan maret penghasilan saya Rp. 2.300.000.

Bukan hanya itu ternyata pada bulan maret saya mendapatkan banyak bonus dari Alloh :

1.  Pada tanggal 17 maret, isteri saya melahirkan dengan selamat, serta mendapatkan anak sesuai harapan kami yaitu laki-laki yang kami beri nama Awan Surga.

2. Isteri saya melahirkan hari ahad pas ketika saya ada di rumah, karena seminggu sekali saya pulang ke banten malam ahad dan kembali ke bogor hari ahad siang.

3. Alloh swt mempermudah proses kelahiran anak kami, hanya 15 menit sejak datang ke bidan langsung melahirkan.

4. Mulai bulan ini gaji saya naik, genap jadi Rp. 1.500.000.

Dan semua karunia ini semata-mata karena Alloh Al-Mujib yang maha mengabulkan doa, mengabulkan doa yang saya panjatkan dan hal ini tentu saja makin menambah keyakinan saya kepada Alloh swt.

Terima kasih ya Alloh, semoga tulisan ini bisa memberikan inspirasi dan manfaat, sehingga banyak orang yang semakin dekat kepadamu.





Rabu, 27 Maret 2013

ISLAM ITU INDAH



Pada suatu hari ada seorang turis dari inggris bertanya kepada seorang ustad.
“Ustad, kenapa dalam islam seorang wanita tidak boleh bersentuhan tangan dengan lawan jenis, kecuali dengan muhrimnya?”

“Apakah anda pernah bersalaman dengan ratu inggris”jawab ustad balik bertanya

“Belum pernah “ jawab turis inggris

“Kenapa” tanya ustad

“Karena tidak sembarang orang boleh bersentuhan dengan ratu inggris” jawab turis inggris

“Itulah jawabannya, karena setiap wanita dalam pandangan islam itu mulia ibarat seorang ratu yang tidak boleh sembarangan orang boleh menyentuhnya, kecuali orang-orang tertentu” jawab ustad menjelaskan.

“Ustad saya bertanya satu hal lagi, kenapa dalam islam wanita diwajibkan menutup auratnya?” tanya turis inggris

Sang Ustad lalu mengambil dua buah permen, dan dia membuka salah satu permen, setelah itu sang ustad membuang dua permen itu ke lantai.

“Kalau anda di suruh mengambil salah satu permen yang ada di lantai untuk anda makan, mana yang akan anda pilih,  apakah permen yang masih terbungkus ataukah permen yang sudah terbuka bungkusnya” tanya ustad

“Tentu saja permen yang masih terbungkus, karena walaupun jatuh ke lantai, isinya tetap bersih” jawab turis inggris

“Itulah jawabannya, setiap wanita dalam pandangan islam harus menjaga kehormatan dan kesuciannya dengan menutup auratnya secara menyeluruh baik lahir maupun batin, agar ketika dia menikah suatu saat nanti suaminya tetap mendapatkannya masih bersih dan suci, atau ketika dia nanti bertemu dengan Alloh dia masih dalam keadaan bersih dan suci.” Jawab Ustad menjelaskan.

Ada sebuah pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kisah di atas :
Islam itu indah, dan semua peraturan di dalam islam baik hukum, etika dan lain sebagainya  semuanya indah, entah peraturan itu populer dalam pandangan masyarakat misalnya tentang sholat, toleransi, kasih sayang dan lain sebagainya, atau peraturan yang kurang populer dalam pandangan masyarakat misalnya tentang zakat, jilbab, poligami dan lain sebagainya.

Tetapi keindahan esensi islam mungkin tidak akan terlihat oleh orang lain, ketika kita menyampaikan islam kepada orang lain tetapi kita tidak membungkusnya dengan pendapat yang indah dan cerdas, malah kita sering terjebak dengan kerasnya sebuah dogma dan kakunya sebuah argumentasi, ditambah dengan ego subyektif yang menganggap bahwa hanya pendapat kitalah yang paling benar. Akhirnya keindahan esensi islam tertutupi oleh diri kita sendiri.

Lalu bagaimanakah cara menyampaikan islam dengan indah dan cerdas itu, salah satu caranya yaitu,Kalau di ibaratkan sebuah kado, isinya adalah esensi KEBENARAN islam, kardusnya adalah sebuah kaca KEJUJURAN yang tembus pandang dan anti pecah, di bungkus dengan kertas KECERDASAN, lalu diberi corak KEBIJAKSANAAN. Insyalloh akan menghasilkan sebuah kado yang indah.

*Hal yang indah harus di sampaikan dengan indah, Tuhan, islam, cinta dan apapun itu.
*Hal yang kotor mungkin tidak akan menghilangkan keindahan, tetapi bisa menutupi keindahan yang ada.

*Penulis hanyalah seorang santri yang awam, yang ingin terus menerus belajar untuk memahami dan mengkomunikasikan islam dengan indah, santun dan bijak baik melalui pikiran, lisan, tulisan, perasaan dan amal dengan segala keterbatasannya. Yang ingin terus menerus mencoba memungut keindahan islam di dalam tumpukan sampah sejarah, atau menggalinya didalam reruntuhan istana orang-orang besar, karena aku bukanlah siapa-siapa, aku hanyalah sebuah karya kecil dari sang maha pencipta, yang ingin memoles diri dengan keindahan islam dan zaman, agar tidak mempermalukan diri dalam pandangan sejarah.Semoga bermanfaat.

Rabu, 13 Maret 2013

JUJURLAH.....,


Suatu hari seorang pemuda datang menemui seorang kyai, pemuda itu bertanya kepada kyai. “kyai usaha saya bangkrut, saya terlilit hutang, keluarga juga sekarang tidak harmonis, bagaimana solusinya ?”
Jawab kyai ; “jujurlah”
“Nasehat yang lainnya” Tanya pemuda
Jawab kyai : “jujurlah”. Lalu pemuda itupun pulang.

Suatu hari seseorang datang menemui Rasulullah, ia bertanya pada Rasulullah. Ya Rasulullah, saya selalu melakukan maksiat, berikan nasehat agar saya tidak lagi melakukan maksiat”.
Jawab Rasulullah ; “jujurlah”.

Rasululloh tentu tidak menjawab secara sembarangan, lihat surah Al-Ahzab ayat 70-71 yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu pada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu”. 

Yang saya pahami dari ayat ini, apabila kita beriman, bertakwa dan berkata benar (jujur) maka Alloh yang akan memperbaiki amal-amal kita (salah satu pengertian yang saya pahami dari memperbaiki amal-amal yaitu memperbaiki kebiasaan negatif yang ada pada diri kita).

Lalu bagaimana logikanya ?
Prilaku maksiat itu berasal dari kebiasaan negatif (mabuk,zina dll), begitu juga dengan usaha bangkrut, hutang dan masalah keluarga itu salah satu penyebab terbesarnya adalah karena kebiasaan negatif yang kita lakukan misalnya malas, boros, makan riba, tidak sabar, dll.

Jadi ketika kita punya masalah, kita coba bercermin apakah penyebabnya berkaitan dengan kebiasaan negatif yang kita punya. Apabila berkaitan maka salah satu solusinya yaitu  ‘Jujurlah’.
Jujur kepada diri sendiri, jujur kepada Tuhan dan jujur kepada orang lain.

*Jujurlah, maka Tuhan yang akan memperbaiki hidup kita menjadi lebih baik.

Senin, 11 Maret 2013

KEKELIRUAN BERFIKIR

Pada suatu hari H.Agus Salim (Pahlawan nasional) melakukan kunjungan kenegaraan ke jepang bersama ajudannya. Tiba di bandara beliau di jemput oleh rombongan pemerintah jepang, tiba-tiba H.Agus Salim mengucapkan salam “assalamualaikum”, sang ajudan kaget lalu berbisik kepada beliau, “kenapa kyai mengucapkan salam pada mereka, bukankah mereka orang-orang kafir”. “saya bukan mengucapkan salam sama orang kafir, saya mengucapkan salam siapa tahu diantara mereka ada saudara kita yang sesama muslim” jawab beliau. Dan tidak lama kemudian salah satu peserta rombongan orang jepang menjawab salam beliau. Sambil tersenyum beliau berbisik pada ajudannya, “betulkan diantara mereka ada yang muslim”.

                Salah satu pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah cara pandang mereka. Sang ajudan berpandangan bahwa jepang adalah bukan negara muslim, jadi pasti tidak ada orang muslimnya (apalagi waktu itu adalah sekitar tahun 1950-an), dan ini dalam ilmu komunikasi disebut dengan cara berfikir meng-generalisasi. Sedangan H.Agus Salim berfikir sebaliknya,  beliau berfikir walaupun jepang bukan negara islam tetapi mungkin sudah ada muslim didalamnya ini disebut berfikir dengan proporsional.

                Dalam buku REKAYASA SOSIAL karangan DR.Jalaludin Rahmat ada bab khusus yang menerangkan tentang KEKELIRUAN BERFIKIR dan salah satunya adalah Berfikir Dengan Meng-Generalisasi Segala Sesuatu. 

General itu artinya umum, jadi arti berfikir dengan General adalah berfikir dengan cara menyamakan segala sesuatu dengan hanya melihat sebagian. Contoh berfikir dengan menggenerilisasi :

“Kita mendengar bahwa sebagian anggota DPR korupsi, terus kita beranggapan bahwa semua anggota DPR itu koruptor”.  _padahal tidak semua anggota DPR koruptor.

“Kita berbeda pendapat dengan salah seorang ulama dari golongan tertentu, terus kita menyimpulkan bahwa golongan tersebut semua pengikutnya adalah keliru, dan menyimpulkan bahwa hanya pendapat kitalah yang paling benar”. Padahal mungkin saja ilmu kita yang belum nyampe, sehingga kita belum memahami pendapat ulama itu, dan kita juga tidak tahu  bagaimana variasi orang-orang disekitarnya dalam memahaminya. 

Ada sebuah kasus yang sangat menarik, ketika orang-orang kafir mempropagandakan bahwa Osama bin Laden adalah teroris, sederhananya ada tiga respon yang dilakukan orang-orang non muslim.

•             Pertama, bersikap masa bodoh.

•             Kedua, orang yang berfikir bahwa osama adalah teroris dan osama beragama islam, jadi islam adalah agama teroris. Inilah cara berfikir dengan menggeneralisasi, sebuah tanda-tanda mempunyai kekeliruan dalam berfikir. Inilah orang-orang yang sering menghina islam dan mereka termasuk Islamphobia (orang yang membenci islam).

•             Ketiga, orang yang berfikir bahwa osama adalah teroris dan osama beragama islam, tetapi islam itu seperti apa?. Maka dia akan mempelajari islam, dan insyalloh memeluk islam karena mendapat hidayah dari Alloh. Inilah cara berfikir dengan proporsional.

Lihat efek dua cara berfikir ini begitu berbeda. Yang satu cara berfikir ajudan sedangkan yang satunya cara berfikir seorang pemimpin, yang satu jadi seorang islamphobia yang satunya mendapat hidayah. Sekarang terserah kita mau memilih yang mana apakah cara berfikir General atau Proporsional, lihat efeknya akan jadi apa nanti kita dimasa depan.

*Dengan berfikir secara proporsional, maka kita akan semakin bijak dalam menyikapi segala sesuatu.

Rabu, 06 Maret 2013

ANUGRAH PERTAMA


Kemarin tiba-tiba ada rapat mendadak, dan tidak di sangka rapat itu untuk meninjau kenaikan gaji kami, termasuk kenaikan gaji saya, alhamdulilah gaji saya naik 30%. Alloh memang maha baik, padahal lima hari yang lalu saya mendapat ujian di mana gaji saya terpotong jadi Rp 250.000, sedangkan target penghasilan saya bulan ini yaitu Rp 2.000.000 [lihat artikel saya yang berjudul UJIAN HIDUP].

Dengan tidak mengurangi rasa syukur, tetapi tetap saja saya harus mencari tambahan agar pendapatan bulan ini mencapai target. Tetapi saya yakin Alloh akan menepati janjinya bahwa kalau kita melakukan kebaikan akan di ganti sepuluh kali lipat, berarti kalau bulan ini sedekah Rp 200.000 maka Alloh akan menggantinya Rp 2.000.000 [lihat artikel saya yang berjudul MENINGKATKAN PENGHASILAN].

Satu anugrah pertama pada bulan ini telah datang yaitu dengan kenaikan gaji, saya yakin anugrah-anugrah yang lain akan datang menyusul insya Alloh.

*KALAU KITA PERCAYA KEAJAIBAN MAKA KEAJAIBAN ITU AKAN DATANG, WALAU DENGAN  BERTAHAP.

Senin, 04 Maret 2013

UJIAN HIDUP


Seminggu setelah doa di panjatkan, yaitu permohonan agar mulai bulan ini penghasilan saya naik menjadi Rp. 2.000.000 (lihat tulisan saya yang berjudul MENINGKATKAN PENGHASILAN), doa ini langsung di respon dengan adanya dua buah ujian, yaitu pertama awal bulan ini gaji yang saya terima hanya Rp. 250.000 karena terpotong hutang, pada hal hutang itu rencananya mau saya cicil selama 3x gaji, terus yang kedua bulan ini tidak boleh kasbon, pada hal bulan-bulan kemarin kami boleh kasbon (hutang) di kantor.

Kebijakan ini di luar perkiraan saya, tetapi tentu saja kebijakan ini bertujuan untuk kebaikan kami, karena hal yang melatar belakangi kebijakan ini yaitu agar kami semakin bergantung sama Alloh, tidak bergantung sama gaji dan kasbon (hutang) di kantor.

Ketika saya pulang kondisi ini lansung saya diskusikan sama isteri, saya langsung bilang sama isteri "sayang, bulan ini target penghasilan abi Rp. 2.000.000 untuk mencukupi kebutuhan kita, tetapi gaji yang abi dapatkan bulan ini hanya Rp. 250.000, di samping itu tidak boleh kasbon di kantor, uang sebesar itu hanya cukup buat makan selama seminggu, di samping itu kita juga punya target bulan ini sedekah Rp. 200.000, lalu bagaimana kita membagi uang yang ada untuk  makan dan sedekah"?

Akhirnya saya memutuskan 3 hal:
  1. Buat sedekah Rp. 200.000 dari gaji yang di dapat bulan ini yaitu Rp. 250.000, sisanya Rp. 50.000 buat transport.
  2. Untuk makan bulan ini, saya minta (keluarga) untuk makan seadanya, apabila tidak ada tolong bersabar dan usahakan sesuai kemampuan (isteri saya) dalam mencarinya.
  3. Saya minta maaf kepada isteri, dan kedua anak saya Embun Surga (5) dan Cahaya Surga (2), abi tidak bisa memenuhi kebutuhan kalian dari gaji abi untuk bulan ini.
Walaupun tiga keputusan ini pahit, tetapi isteri saya menyetujuinya tanpa protes, isteri saya hanya bertanya memastikan "Hanya bulan ini saja kan kami harus bersabar". "Insya Alloh, percaya sama Alloh kalau kita sedekah Rp.200.000 maka Alloh akan menggantinya Rp.2.000.000" jawab saya.

*Ketika kita berdoa, terkadang Alloh mengabulkan dengan hal yang sebaliknya, bukan berarti Alloh tidak mengabulkan doa kita, tetapi Alloh ingin menguji kesungguhan kita".

Rabu, 27 Februari 2013

KEAJAIBAN KECIL

Tadi pagi guru kami memberikan ta’lim tentang Tawakal, dan guru kami pun bercerita tentang salah satu dari keajaiban tawakal yang pernah beliau alami. Ketika mendengar cerita dari beliau, saya pun teringat dengan sebuah kejadian atau keajaiban kecil yang pernah saya alami.

Malam itu tubuh saya meriang, seperti biasa untuk menyembuhkan tubuh yang meriang saya harus tidur yang cukup, maka setelah sholat isa saya pun langsung tidur. Pagi-pagi setelah bangun, tubuh saya agak segar, tetapi kebiasaan untuk memulihkan stamina, maka saya harus meminum susu cap beruang.


Maka pagi itu saya berencana membeli susu cap beruang, tetapi ternyata uang saya kurang, akhirnya pagi itu saya tidak jadi beli susu. Walaupun tubuh agak kurang sehat tetapi jam 9 saya tetap masuk kantor seperti biasa. Lalu jam 9.30 datang ustad Halim ke kantor, hari ini ustad Halim ada jadwal mengajar santri.


Tetapi ada sesuatu yang berbeda dengan ustad Halim pada hari ini yaitu ustad Halim membawa sebuah plastik besar, dan ternyata plastik itu berisi susu sapi segar yang baru di peras dari peternakan sapi, saya pun mencoba minum satu gelas, ini mungkin untuk pertama kalinya saya minum susu sapi segar yang baru di peras, rasanya agak amis.



Mungkin ini kejadian biasa dalam anggapan sebagian orang, tetapi bagi saya sendiri ini adalah salah satu keajaiban yang saya alami, di mana ketika saya ingin minum susu cap beruang tetapi tidak kebeli, ternyata Alloh swt menggantinya dengan yang lebih baik yaitu susu sapi murni yang baru di peras, dapatnya gratis lagi.

Saya tutup tulisan ini dengan kutipan kata-kata dari Einstain, “Ada dua cara menjalani kehidupan, pertama seolah seperti tidak ada yang ajaib, kedua seolah seperti semuanya adalah ajaib”.

Dan saya termasuk orang yang percaya bahwa hidup ini penuh dengan keajaiban.


*Dalam hidup ini kita banyak mengalami keajaiban-keajaiban kecil yang mungkin tidak kita sadari.

Senin, 25 Februari 2013

MENINGKATKAN PENGHASILAN


Kemarin saya pulang ke banten, seperti biasa seminggu sekali saya pulang untuk melepas rindu dengan isteri dan anak setelah enam hari kerja di bogor. Ada yang berbeda dengan kepulangan saya kemarin karena istri meminta tambahan jatah buat anggaran pengeluaran keluarga yaitu sebesar Rp. 1.500.000/bulan, berarti penghasilan saya harus Rp. 2.000.000/bulan, karena yang Rp. 500.000 yaitu buat sedekah, transport dan akomodasi saya selama sebulan. Pada hal penghasilan standart bersih saya saat ini baru Rp. 1.000.000/bulan, lalu bagaimana saya meningkatkan penghasilan dari Rp. 1.000.000 menjadi Rp. 2.000.000.

Saya mencoba menggunakan strategi langit untuk meningkatkan penghasilan, yaitu dengan menggunakan tiga langkah.

1. Mulai bulan ini berarti saya harus meningkatkan sedekah saya minimal menjadi Rp. 200.000/bulan, karena sedekah ini menjadi MODAL DASAR agar penghasilan saya meningkat menjadi Rp. 2.000.000/bulan. Sesuai dengan janji Alloh Qs. 6:160.

“Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya sepuluh kali lipat amalnya, dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak di beri pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak di aniaya”.

Pada hakekatnya di manapun kita bekerja, BOS kita tetap satu yaitu Alloh ar-Rojaq / Alloh yang maha memberi rizki, kalau kita tidak percaya kepada janji BOS kita yang telah memberi kita rejeki, lalu kepada siapa lagi kita akan percaya, dan janji Alloh satu kebaikan di ganti 10x lipat, kalau 200.000 maka di ganti menjadi 2.000.000, dan Alloh maha menepati janji.

2. Setelah mempunyai MODAL DASAR maka langkah selanjutnya yaitu, ketika di dalam setiap sholat maka saya usahakan berdoa kepada Alloh agar penghasilan saya meningkat, ini adalah sebagai bentuk NEGOSIASI saya kepada Alloh. Sesuai dengan janji Alloh Qs. 2:186.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran”.

Usahakan NEGOSIASI kepada Alloh ini terus di lakukan secara kontinyu, agar Alloh dzat yang maha kuasa meng-acc dan mengabulkan permohonan kita.

3. Setelah MODAL DASAR dan NEGOSIASI, Maka langkah selanjutnya JANGAN MELAKUKAN HAL-HAL YANG TIDAK DI SUKAI OLEH BOS KITA (dalam kontek ini yaitu Alloh).

Hal yang tidak di sukai oleh Alloh yaitu perbuatan dosa dan maksiat, hendaklah kita menghindarinya, karena Alloh tidak menyukai perbuatan dosa dan maksiat. Di antaranya yaitu memakan makanan yang haram, oleh karena itu janganlah kita memakan makanan yang haram. Lalu kita juga jangan mendatangi musuh-musuh Alloh dan bersekutu dengan mereka dengan mempercayai ucapan mereka misalnya iblis, syetan, dukun, peramal, dan lain sebagainya.

Tiga langkah inilah (Sedekah, Doa, Menghindari Maksiat) yang sedang saya lakukan untuk meningkatkan penghasilan, semoga apa yang saya lakukan ini menjadi inspirasi dalam hal kebaikan.




Jumat, 22 Februari 2013

KAPASITAS DIRI



Kemarin, kami mengadakan shooting di pesantren, selain bertujuan untuk membuat profil pesantren, juga bertujuan membuat media untuk sosialisasi pencalonan guru kami menjadi presiden RI tahun depan.

Ada beberapa alasan kenapa beliau mencalonkan diri menjadi seorang presiden, pertama karena beliau ingin memperluas dalam memberi manfaat kepada orang banyak, kalau selama ini beliau baru bisa memberi manfaat kepada ribuan orang, setelah jadi presiden maka beliau bisa memberi manfaat kepada ratusan juta orang.

Alasan kedua karena beliau mempunyai kapasitas untuk menjadi seorang presiden, karena beliau orang yang sederhana itu di buktikan dari penampilan dan rumah beliau yang masih mengontrak walaupun pendapatan beliau setiap bulannya puluhan juta, beliau juga orang yang jujur dan tegas itu di buktikan apabila kami melakukan kekeliruan maka langsung di tegur saat itu juga,  beliau juga orang yang sangat peduli dengan orang lain itu di buktikan kalau ada orang yang meminta bantuan maka beliau langsung membantunya, beliau juga mempunyai jiwa seorang pemimpin ini di buktikan dengan peran beliau sebagai pemimpin di pesantren. Dan masih banyak kapasitas lainnya yang tidak bisa saya sebutkan.

Ada hal  menarik yang beliau sampaikan di dalam orasinya, ‘kalau kita ingin menjadi orang besar, maka kita harus mampu mengukur kapasitas diri’.

Ketika saya mengukur kapasitas diri ternyata ada beberapa hal yang berbeda antara saya dan beliau, beliau mempunyai kapasitas menjadi seorang penguasa, sedangkan saya tidak mempunyai kapasitas untuk menjadi seorang penguasa, bahkan saya tidak mempunyai kapasitas (istiqomah) untuk berada dalam lingkaran kekuasaan.

Walaupun kami ada perbedaan, tetapi saya tetap ingin berpartisipasi untuk mendukung rencana beliau, sampai waktu yang telah di tentukan. Setelah itu saya ingin beristirahat di sebuah surau (masjid) kecil, sambil mendidik beberapa murid untuk saya jadikan para pemimpin strategis (termasuk presiden) di seluruh dunia.

Kalau beliau mempunyai kapasitas sebagai seorang penguasa, maka kapasitas saya hanyalah menjadi seorang guru spiritual serta konseptor dari para penguasa dunia. Dari balik surau (masjid) kecil saya ingin membuat sketsa dunia di masa depan serta mewarnainya.

*Kalau kita ingin menjadi orang besar, hendaklah kita menjadi orang yang mampu mengenal kapasitas diri kita sendiri.

Rabu, 20 Februari 2013

WARNA DIRI



Hari ini, ketika ta’lim subuh guruku (beliau orang yang hebat, semoga selalu di beri kesehatan) berkata: “Udin, kamu sudah punya warna sendiri, jadi tidak bisa lagi kami warnai”.

Ketika mendengar ucapan beliau saya teringat dengan kisah Imam Malik, imam malik adalah seorang guru yang hebat dan mempunyai murid-murid yang hebat, dan salah satu murid beliau mempunyai warna pemikiran tersendiri, tetapi walau pun mereka masing-masing mempunyai warna sendiri malah hal itulah yang membuat mereka saling mengisi dan memahami satu sama lain. Dan sejarah membuktikan bahwa imam malik menjadi orang yang besar dan muridnya pun menjadi orang yang besar, muridnya imam malik bernama imam Syafi’i.

Kalau boleh saya ibaratkan guruku itu seperti imam malik dan saya ibarat muridnya yaitu imam syafi’I (tentu saja saya tidak sejajar dengan imam syafi’I, beliau adalah ulama besar sedangkan saya hanyalah orang yang awan, kapasitas kami berbeda jauh ibarat langit dan rumput).

Tetapi saya punya keyakinan bahwa di masa depan kami akan menjadi orang-orang yang hebat.

Dalam kontek lain, Ibarat warna, sekilas kita melihat bahwa warna biru dan warna hijau itu berbeda, tetapi sebenarnya warna biru dan warna hijau itu punya hubungan, karena warna hijau itu adalah perpaduan dari warna biru dan kuning, jadi di dalam warna hijau terdapat unsur warna biru, itulah ibarat hubungan murid dan guru.

Semoga bermanfaat.