Rabu, 17 April 2013

HARGA IMAN


Hari ini guru saya memberikan materi ta'lim subuh dengan tema harga sebuah iman, berapakah sebenarnya harga iman, kenapa kita sebagai muslim harus benar-benar menjaga iman kita. Didalam Qs Ali imron ayat 91 Alloh berfirman: "Sesungguhnya orang yang kafir lalu mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidak akan diterima dari seseorang diantara mereka EMAS SEPENUH BUMI, walaupun ia menebus diri dengan emas (sebanyak) itu."

Jadi dalam ayat diberi perumpamaan bahwa harga iman itu lebih mahal dari pada emas sepenuh bumi, lalu berapakah harga emas sepenuh bumi itu, saya memakai rumus: Berat Bumi x Harga Emas.
Berat Bumi: 6.000.000.000.000.000.000.000.000 Kg (dibulatkan). x Harga Emas per kilo (kisaran): 500.000.000 = 3.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.
Jadi harga iman itu lebih dari 3 Milyar Triliun Triliun.

Ada sebuah kisah dari negeri seberang, ada seorang imam naik sebuah bis, ketika dia menerima kembalian ongkos, ternyata kembaliannya lebih 500 rupiah (dalam edisi aslinya 20 sen), sepanjang perjalanan imam tersebut memikirkan tentang uang 500 rupiah tersebut.

"Perlukah aku memulangkan 500 rupiah ini?" imam tersebut berrtanya kepada dirinya.
"Ah...perusahaan bis inikan kaya... cuma 500 rupaih.. buat beli minum pun ga cukup" hati kecilnya berkata-kata.

Ketika tiba dihadapan masjid, imam tersebut memberhentikan bis, ketika imam tersebut ingin turun dari bis, tiba-tiba secara otomatis dia berhenti dan berpaling ke arah kondektur sambil mengembalikan uang 500 rupiah tersebut.

"Tadi kamu memberi saya uang kembalian lebih 500 rupiah", kata imam tersebut kepada kondektur.
"Owh...terima kasih! kenapa bapak  mengembalikan 500 rupiah ini..kan sedikit sekali nilainya," kata kondektur.
Imam tersebut menjawab, "Uang tersebut bukan milik saya, sebagai seorang muslim saya perlu berlaku jujur".
Kondektur bis tersebut tersenyum dan berkata, "Sebenarnya saya sengaja memberi uang kembalian lebih 500 rupiah, saya ingin menguji bapak, saya sudah berkali-kali berfikir untuk memeluk islam".

Imam tersebut turun dari bis dengan seluruh tubuhnya menggigil, Imam tersebut berdoa sambil mengangkat tangan, "Astaghfirulloh!!! ampunkan hamba ya Alloh... hamba hampir-hampir menjual iman dengan harga 500 rupiah".

*Setelah membaca tulisan ini apakah kita masih berfikir untuk menjual iman kita dengan KORUPSI, hanya gara-gara uang receh milyaran rupiah kita kehilangan harta lebih dari 3 Milyar Triliun Triliun.

*Setelah membaca tulisan ini apakah kita masih ingin menjual iman kita gara-gara pekerjaan, yang nilainya mungkin tidak seberapa, dengan meninggalkan sholat karena pekerjaan, atau meninggalkan kewajiban yang lainnya karena pekerjaan.





Jumat, 12 April 2013

KUTIPAN #07




  60.      “Jika seseorang belum menemukan sesuatu untuk di perjuangkan hingga akhir hayatnya, maka kehidupannya tidak berharga” (Martin Luther King Jr).

  61.      “Sebatang anak tangga bukanlah sebagai tempat istirahat sebelah kaki si pemanjat, tetapi sekedar tempat berpijak sejenak, cukup untuk meletakkan kaki sebelah pada tempat yang lebih tinggi” (Thomas Henry Huxley).

  62.      “Perjuangan itu kesempatan” (Napoleon Hill).

63.      “Ketika anda berhenti belajar, anda berhenti memimpin” (Rick Warren).

64.      “Kendalikan pikiranmu, kamu dapat berbuat apa saja dengannya. Apabila anda tidak dapat mengubah arah angin, aturlah layar anda. Kegagalan bukan berarti anda gagal, tetapi anda belum sukses. Kegagalan bukan berarti anda tidak mencapai apa-apa, tetapi anda sudah mempelajari sesuatu. Kegagalan bukan berarti anda bodoh karena pernah mencoba. Itu pertanda anda berani, berhati teguh, bersemangat baja, Maka berbanggalah dengan diri anda sendiri. Kegagalan bukan berarti anda tidak akan sukses, tetapi di butuhkan kesabaran. Kegagalan bukan berarti anda sudah berakhir, tetapi anda masih memiliki peluang untuk memulainya kembali, dan berusaha mencari sesuatu yang baru. Kegagalan bukan berarti Tuhan sudah meninggalkan anda, tetapi Dia mempunyai rencana yang lebih baik. Jadi benar, bahwa kegagalan tidak akan pernah berakhir” (Dr. Robert Schuller).

65.      “Semua kemenangnan berasal dari keberanian memulai” (Eugene F. Ware).

66.      “Percayalah pada keajaiban, tapi jangan tergantung padanya” (H. Jackson Brown, Jr).

67.      “Anda tidak perlu memiliki  jabatan atau posisi tertentu untuk bisa menjadi pemimpin” (Anthony D’ Angelo).

68.      “Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali, itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi anda harus siap menanggapinya” (Louis L’ Amour)

69.  “Kesempatan anda untuk sukses di setiap kondisi selalu dapat di ukur oleh seberapa besar keparcayaan anda pada diri sendiri” (Robert Collier).

Rabu, 10 April 2013

PUISI TERAKHIR WS RENDRA


Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milik-ku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya.

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:

Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih,
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku.
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”….

(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya di atas tempat tidur Rumah Sakit)

puisi ini aku dengar pertama kali ketika acara ROAD TO SUKSES tanggal 6-7 april 2013 di puncak bogor.